Pengikut

dindo season 2 Semangat tidak boleh padam

Oleh : zulkifli (kader biasa HMI cabang tebo
Minggu, 20 Juli 2025 / 24 Muharram 1446 H

AKTIVIS INDEPENDEN -  Diskusi Dindo (diskusi and do'a) kali ini di sampaikan oleh Kanda SUPRIADI Sar yang menjabat sebagai anggota KPU Kabupaten Tebo saat ini. Perjalanan organisasinya pun sangat menarik untuk diikuti dan pelajari dalam menyusun manajemen dan strategi. Ambil saja contoh nya beliau adalah seorang ketum koordinator komisariat dan juga aktor utama dalam beberapa aksi dalam membela keadilan demi kepentingan rakyat.

 Pembahasan hangat malam ini, di buka dengan kata " jangan harap banyak orang untuk bergerak, cukup 2 orang saja. Asal mau, nanti akan jadi bola salju untuk yang lain". Ucap kanda  SUPRIADI.

Perkataan inilah yang membuat kami bangkit lagi dalam semangat melanjutkan kegiatan ini. Perkataan ini juga mengingatkan kami dalam ungkapan sang proklamator Sukarno, " berikan aku 10 pemuda maka akan Kugoncang dunia". Jepang berevolusi dan bangkit karna 5 orang pemuda saja 

Alhamdulillah, dalam diskusi dindo kali ini di hadiri oleh formature terpilih HMI cabang tebo. Yang membuat pembahasan seru dengan fokus utama manajemen dan kepemimpinan.

"Setelah saya selesai senior course, saya paham ketika lk1. Kita belajar menggambar apa yang menjadi tujuan kedepannya terutama untuk HMI. Setelah menggambar, di minta untuk dipersentasikan dan mempertahankan argumen dalam hal gambaran tadi. Mulai dari bantahan pertanyaan konyol seperti kenapa gambar daun itu lonjong sampai pertanyaan yang sangat serius." ungkap kanda SUPRIADI dalam memberikan contoh.

Dalam kegiatan pun kita seperti itu, tidak bisa hanya menjelaskan, abangda kami mau buat acara ini. Tapi lebih baik jelaskan apa kegiatannya, tujuan, dan seperti apa hasilnya nanti. Sebagaimana presentasi dalam hal penggambaran dalam training tadi. Supaya hasilnya lebih banyak.

Kami Penyelenggara diskusi dindo ( saya beserta kawan kami Andika Saputra selaku bendahara pengurus rumah tangga hijau hitam) mengucapkan terimakasih kepada kanda SUPRIADI  yang telah berkenan untuk meluangkan waktunya untuk mengisi materi pada malam hari ini.

Terimakasih juga kepada formature HMI cabang tebo Yunda Fitri Suryani yang telah berkenan hadir ditengah kesibukannya, semoga kedepannya bisa membawah HMI cabang tebo lebih maju lagi.
 

tidak semua orang mengenal dirinya.

Oleh : zulkifli (kader biasa HMI cabang tebo
Selasa,15 Juli 2025 M / 19 Muharram 1447 H

AKTIVIS INDEPENDENT - sebelum saya membahas ini, saya mau disclaimer dulu : ini murni hanya opini dan pandangan saya yang saya sertakan dalil sebagai penguat.

Terkadang saya berpikir, kok orang orang merasa lebih kenal orang lain ketimbang orang itu sendiri. Mereka terkadang lebih suka membicarakan orang lain di forum dan tempat diskusi nya, ketimbang membahas ide dan gagasan terbaru tentang perubahan dan bagaimana cara supaya kedepannya bisa lebih baik.

Pertanyaan saya, kok bisa orang itu menghina orang lain secara sepihak, seolah olah dialah yang lebih kenal dirinya. Seharusnya, kalau saya minta pandangan dan pendapat dia juga tentang masalah itu. Baik berupa pertanyaan langsung ataupun pertanyaan jebakan yang intinya membuka dia untuk berkata jujur terhadap masalah itu.

Kalau saya tidak suka untuk membahas hal itu, bukan berarti tidak pernah. Hal itu terjadi karna keluarga terutama ibu saya yang berusaha menghindari ghibah dan juga sifat saya yang introvert juga mempengaruhi itu.

Yang saya pusingkan kepada mereka adalah "kenapa mereka sok tahu tentang orang lain". Kalau saya saja, sering menyebut diri saya tidak kenal diri sendiri. Sehingga saya bertanya, siapa mereka, apakah mereka ibuku, keluarga ku, bahkan kenalan saja mungkin tidak pernah. Hanya kenal dari teman atau tahu karna temannya memanggil nama saya.

Kalau kalian, memperhatikan tulisan saya tadi, pasti kalian bertanya " kok bisa tidak kenal / paham diri sendiri". Dalam hal ini ada beberapa jawaban yang saya ajukan.

Saya sering mengira diri saya tidak bisa. Tapi setelah coba, hasilnya saya bisa. Apakah ini berarti, saya tidak paham atau kenal diri saya.

Setiap kali mengharap dan berekspektasi tentang sesuatu, seringkali saya gagal dalam mencapainya dan menghadapi kecewaan yang besar. Apakah proses dan perjuangan saya kurang. Tapi inilah yang membingungkan saya. Semakin diperjuangkan semakin terlepas ( kecuali tentang cinta karna cinta itu buta). Tapi ketika diperjuangkan semampunya dan tidak birahi (bahasa kasarnya) dalam menggapainya. Maka insyaallah perlahan akan dapat. Apakah ini skemanya atau tidak kenal diri saja dalam berharap dn berekspektasi.

Ada sebuah ungkapan مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ
Yang artinya barang siapa yang mengenal dirinya maka sungguh dia telah mengenal Tuhannya.

Dari ungkapan itu, bisa kah anda anggap kenal diri sendiri. Padahal, mengenal diri sendiri itu awal mula pelajaran dan juga akhirnya. Kenapa saya bilang seperti itu. Setiap kali manusia itu mencapai tingkat kesadaran dan pemahaman intelektual nya pasti dia akan bertanya "siapa saya". Itulah permulaan bahwasanya cahaya mulai memasuki dirinya dan membuka wawasannya tentang dunia. Dan juga akhirnya ilmu dan agama itu juga mengenal diri. Mustahil kita dapat mencapai ke khusu kan dalam beribadah tanpa mengenal diri. 

Dalam mengenal diri saya banyak belajar salah satu ringkasnya kita ini bukanlah siapa-siapa, tapi dialah yang punya segalanya. Bahkan pemahaman saya yang awalnya lebih ke manunggal, saya putar haluannya. Sehingga saya sering bertanya siapa saya. Siapa itu yang disebut manusia. Apakah hanya yang punya akal tentu saja tidak. Jadi kalau lebih spesifik lagi, apa bedanya 1 manusia dengan yang lain. 

Sehingga bisa disebut manusia itu mengenal dirinya. Tentu saja dari pemahaman dirinya tentang asal Ushul nya. Dari tanah, tanah mana, tanah yang sering dipijak itu, balek lah kalian ke sana. Tapi pemahamannya saya itu adalah kita ini berasal dari dia. Siapa dia, cari sendiri saja.

Kita simpulkan saja, tujuan kita mengenal diri, untuk mengenal tuhan. Karna langsung mengenal tuhan kita tidak bisa. Maka solusinya belajar dari diri kita sendiri dulu. Manusia yang sesungguhnya itu adalah ketika dia mati, ketika ruh kembali kepada sang pencipta nya dan jasad mau dikembalikan ke asalnya. Disitu bisakah kita lihat, siapa itu manusia?. Tidak bisa ngapa-ngapain, bahkan mandi saja di bantu oleh orang lain, maka perlulah kita belajar mati.

Jadi untuk mempermudah kita belajar saja tidur karna tidur adalah saudaranya mati. Apa yang dia lakukan seharian pasti akan terbawah sampai sebelum tidur (teringat). Setiap hari pasti kita tidur, belajar lah dari sana.

Sebagai penutupan, saya ingin mengutip ajaran dari filsup Yunani yaitu Gnothi seauton (kenalilah dirimu). Ilmi pengetahuan yang sejati berasal dari kesadaran atas keterbatasan diri sendiri.

Ketidaktahuan akan diri sering kali menimbulkan kegelisahan dan kehilangan arah. Ketika seseorang belum mengenal dirinya, mereka mudah terombang-ambing oleh opini orang lain, tekanan sosial, atau bahkan ambisi yang bukan berasal dari hati sendiri. Hal ini dapat menyebabkan ketidakharmonisan dalam kehidupan dan kesulitan dalam mengambil keputusan yang sejatinya mencerminkan kebaikan diri.

Mengenal diri bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan tanpa henti yang membutuhkan kejujuran, keberanian, dan kesabaran. Dalam perjalanan ini, individu belajar menerima kelebihan dan kekurangan, merangkul perubahan, serta membuka diri pada pembelajaran baru. Dengan mengenal diri, seseorang mampu hidup otentik, menemukan makna, dan berkontribusi dengan lebih bermakna.

Oleh karena itu, pernyataan tersebut mengajak kita untuk berhenti sejenak, menengok ke dalam, dan bertanya: Siapakah aku sebenarnya? Apa yang aku yakini? Ke mana aku ingin pergi? Hanya dengan mengenal diri sendiri, manusia dapat membebaskan diri dari kebingungan dan meraih kehidupan yang penuh kesadaran dan kebijaksanaan.

Tidak semua orang mengenal dirinya karena proses itu menuntut keberanian untuk menyelami kedalaman hati dan pikiran yang seringkali tersembunyi. Tetapi mengenal diri adalah kunci utama untuk meraih kehidupan yang bermakna dan autentik. Sebuah perjalanan yang patut kita jalani dengan sepenuh hati.

rekonstruksi sekretariat di bawah arus rumah tangga hijau hitam

Muara Tebo, 5 Juli 2025 M /10 Muharram 1447 H.
Pada malam 10 Muharram ini, rumah tangga hijau hitam yang merupakan lembaga dari HMI Cabang tebo, memulai agenda rutin mingguan nya. Dengan tema ; belajar dari histori Muharram untuk kemajuan intelektual oleh kanda sarihun. Jz fungsioner badko HMI Jambi.
Kegiatan ini diberikan nama oleh pengurus rumah tangga hijau hitam sebagai dindo, kepanjangan dari diskusi and do'a. Yang diharapkan kader dapat melihat dan mendiskusikan isu-isu terbaru atau sesuai waktu untuk pelajaran ataupun mencari jalan penyelesaiannya. Yang kemudian ditutup dengan doa.

Walaupun Minggu pertama ini dihadiri oleh 4 orang saja. tapi ini adalah motivasi kami, bagaimana caranya supaya di-diskusi kedepannya menjadi ramai yang datang.


kembali kepada jalannya

Muara Tebo 28 Juni 2025 M /03 Muharram 1447 Hijriah. 

ZULKIFLI kader biasa komisariat tarbiyah HMI cabang tebo.
Mengkritik sedikit, Di dalam fungsioner badko HMI jambi periode 2024-2025. Saya kira ada dugaan terlalu jauh untuk intervensi. Tentang kegiatan HMI cabang tebo. 

Dan kanda inisial (O) ini
Mungkin kah(dugaan)ada atau mungkin perintah kaitannya dgn ketum badko HMI jambi. 

Itu semua baru asumsi serta opini -opini yg yg beredar. 

Dan saya sangat menyayangkan sekali dgn kanda inisial (O) ini. 
Cuma sanggup berkiprah di badko HMI jambi. 
(Dugaan sih Di jadikan alat untuk mengobok- obok / mengacau HMI cabang tebo) oleh salah satu oknum petinggi-petinggi HMI badko jambi. 

Contoh Yang bnyak sekali urusan umat. 
Tapi. 
Yang sanggup mengkritik. 
Kedalam tubuh HMI nya sendiri. 
Wilayah kecil. Cabang lagi. 
Ada kemungkinan lagi. 
Rak komisariat bakal ikut campur. 
Dan itu sangat sayang sih. 

Potensi yg sangat besar.tapi
perihal yg remeh temeh yang di urus. 

Untuk konfercab ke XIII HMI cabang tebo. 2025 .
itu semua sudah sesuai mekanisme. 
Saya berani bilang alhamdulillah selaku (koor oc) konfercab ke XIII HMI CABANG TEBO 2025.

Boleh lagi kok
Kanda untuk membedah konstitusi nya.

"Yang belum terlaksana cuma muskoh HMI cabang tebo, sekarang ini. Silahkan langsung tanya ke ketum KOHATI saja." Pungkas zulkifli.

Sejarah panjang nusantara dan dampak akhir bangsa yang ingin menjajahnya.

 Sejarah Nusantara adalah kisah panjang interaksi antara bangsa-bangsa luar yang datang untuk mengeksploitasi kekayaan alam dan sumber daya manusia di wilayah ini. Namun, menariknya, hampir semua bangsa penjajah tersebut pada akhirnya mengalami kejatuhan dan meninggalkan warisan yang kini menjadi bagian dari identitas dan kekayaan bangsa Indonesia.



Warisan Peradaban Hindu-Buddha: Falsafah dan Infrastruktur


Masuknya peradaban India melalui agama Hindu dan Buddha sejak abad ke-2 Masehi membawa perubahan besar pada masyarakat Nusantara. Melalui jalur perdagangan, ajaran dan kebudayaan Hindu-Buddha menyatu dengan budaya lokal, menghasilkan akulturasi yang mendalam. Kerajaan-kerajaan seperti Tarumanagara, Sriwijaya, dan Majapahit tidak hanya menjadi pusat kekuasaan politik, tetapi juga pusat kebudayaan yang meninggalkan peninggalan monumental seperti Candi Borobudur dan Prambanan yang masih berdiri kokoh hingga kini.


Warisan ini bukan hanya berupa bangunan fisik, tetapi juga teknologi bercocok tanam dan sistem sosial-politik yang menjadi dasar peradaban Nusantara. Meskipun bangsa India tidak menjajah secara langsung, pengaruhnya membentuk falsafah hidup dan identitas budaya yang bertahan lama.


Islam dan Kesultanan Nusantara: Transformasi Politik dan Budaya


Kedatangan Islam di Nusantara pada abad ke-13 hingga 15 menandai babak baru dalam sejarah. Penaklukan Jawa oleh Raja Brawijaya V yang memeluk Islam membuka jalan bagi berdirinya kesultanan-kesultanan Islam seperti Demak, Mataram, dan kesultanan di Malaysia, Brunei, serta Filipina Selatan. Islam membawa sistem pemerintahan baru dan memperkuat jaringan perdagangan internasional, sekaligus memperkaya budaya Nusantara.


Kegagalan Bangsa Mongol menaklukkan Nusantara


Dinasti Yuan di bawah Kubilai Khan mencoba pada tahun 1293 untuk menyerang Jawa , sebuah pulau di Nusantara yaitu Pulau jawa , dengan 20.000  hingga 30.000 tentara. Ini dimaksudkan sebagai ekspedisi hukuman terhadap Kertanegara dari Singhasari , yang menolak untuk membayar upeti kepada Yuan dan melukai salah satu utusan mereka. Namun, dalam tahun-tahun antara penolakan Kertanegara dan kedatangan ekspedisi di Jawa, Kertanegara telah terbunuh dan Singhasari telah dirampas oleh Kediri . Dengan demikian, pasukan ekspedisi Yuan diarahkan untuk mendapatkan penyerahan negara penggantinya, Kediri , sebagai gantinya. Setelah kampanye sengit, Kediri menyerah, tetapi pasukan Yuan dikhianati oleh mantan sekutu mereka, Majapahit , di bawah Raden Wijaya . Pada akhirnya, invasi berakhir dengan kegagalan Yuan dan kemenangan strategis bagi negara baru, Majapahit.


Penjajahan Bangsa Eropa dan Eksploitasi Merkantilisme


Kedatangan bangsa Eropa, terutama Belanda, membawa paham merkantilisme yang menganggap Nusantara sebagai sumber kekayaan alam untuk dieksploitasi demi keuntungan kerajaan di Eropa. Awalnya, penguasaan dilakukan oleh VOC, kongsi dagang multinasional Belanda yang akhirnya bangkrut pada 1799, lalu digantikan oleh pemerintah kolonial Belanda.


Perang Jawa (1825-1830) menjadi titik balik yang menguras keuangan Belanda dan memaksa mereka menerapkan kerja paksa (cultuurstelsel) untuk produksi komoditas ekspor seperti gula, kopi, teh, dan rempah-rempah. Investasi besar-besaran dilakukan untuk membangun infrastruktur seperti jalan, rel kereta api, pabrik, dan kota-kota ala Eropa di Jawa (Batavia, Bandung, Semarang, dll).


Pendudukan Jepang dan Warisan Militer


Pendudukan Jepang (1942-1945) menghancurkan kekuasaan Belanda di Nusantara dalam waktu singkat. Jepang tidak merusak infrastruktur Belanda karena mereka menganggapnya sebagai aset penting. Namun, Jepang juga melatih pemuda Indonesia sebagai tentara cadangan, yang kemudian menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI). Setelah Jepang menyerah, alutsista dan pelatihan militer Jepang menjadi modal penting perjuangan kemerdekaan melawan Belanda dan Sekutu.


Selain itu, Belanda sendiri yang mengajak Jepang perang di laut jawa takut semua investasi besar-besarannya yang di daratan sia-sia dan hancur seketika.


Bangsa China dan Pengaruh Ekonomi Kontemporer


Pasca kemerdekaan, kelompok bisnis keturunan China berkembang pesat dan berperan signifikan dalam ekonomi Indonesia. Dalam dekade terakhir, investasi dan proyek infrastruktur besar yang didukung pemerintah China, seperti proyek One Belt One Road (OBOR) dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), menimbulkan kekhawatiran akan dominasi ekonomi asing yang berpotensi mengulang pola sejarah kolonialisme ekonomi.


 Masalah dan Tantangan


  • Eksploitasi sumber daya alam dan manusia yang berulang oleh berbagai penjajah meninggalkan trauma sosial dan ketimpangan ekonomi yang masih dirasakan hingga kini.
  • Ketergantungan ekonomi pada modal asing dan konglomerat tertentu, khususnya yang terkait dengan kelompok bisnis keturunan China, menimbulkan kekhawatiran soal kedaulatan ekonomi nasional.
  • Warisan kolonial berupa infrastruktur dan sistem ekonomi seringkali tidak diimbangi dengan pemerataan pembangunan dan penguatan kemandirian bangsa.


Solusi dan Harapan


  • Penguatan kedaulatan ekonomi dan politik  melalui kebijakan yang mendukung pengembangan usaha lokal dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
  • Pelestarian dan pengembangan warisan budaya dan sejarah sebagai identitas bangsa yang memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan.
  • Pendidikan sejarah yang kritis dan komprehensif agar generasi muda memahami dinamika masa lalu dan mengambil pelajaran untuk masa depan.
  • Diversifikasi ekonomi dan pengembangan teknologi untuk mengurangi ketergantungan pada modal asing dan memperkuat daya saing nasional.


Kesimpulan


Sejarah Nusantara menunjukkan bahwa bangsa-bangsa penjajah yang pernah merampok kekayaan alam dan memperbudak rakyatnya akhirnya mengalami kejatuhan dan meninggalkan warisan yang kini menjadi aset bangsa Indonesia. Dari peradaban Hindu-Buddha, Islam, kolonialisme Eropa, pendudukan Jepang, hingga pengaruh ekonomi China modern, semuanya meninggalkan jejak yang membentuk identitas dan tantangan bangsa ini. Dengan pemahaman sejarah yang kritis dan kebijakan yang tepat, Indonesia dapat mengubah warisan masa lalu menjadi kekuatan untuk kemakmuran masa depan.


---


Wallahu a’lam.

dindo season 2 Semangat tidak boleh padam

Oleh : zulkifli (kader biasa HMI cabang tebo Minggu, 20 Juli 2025 / 24 Muharram 1446 H AKTIVIS INDEPENDEN -   Diskusi Dindo (dis...