Bosan di dalam kelas adalah pengalaman yang sering terjadi dan pasti dialami oleh setiap siswa. Padahal rencana sebelum kelas dimulai, bahkan semenjak di rumah kita berekpektasi untuk semangat menjalani hari-hari dan bersekolah. tapi, realita itu terbantahkan dengan keadaan saat berada di dalam kelas. Ketika kelas dimulai, entah mengapa rasa bosan itu mulai datang dan merasuki diri. Karna rasa bosan itu, proses belajar itu menjadi kurang efektif dan perhatianpun mudah teralihkan. Berikut adalah beberapa hal yang sering menyebabkan bosan dan tidak semangat belajar ketika di kela ;
1. Metode pengajaran yang MONOTON
Hal utama penyebab kebosanan di dalam kelas adalah metode pembelajaran yang monoton dan membosankan. Hal itu sering terjadi jika guru hanya menggunakan satu metode pembelajaran tanpa variasi metode lain. Apalagi metode yang dipakai itu adalah metode ceramah dan siswa dipaksa mendengar, itu sering digunakan guru untuk mengelak beberapa pertanyaan kritis siswa. Hal itu berakibat peserta didik jadi kehilangan minat, semangat, dan rasa jenuh. Hal ini diperparah dengan kurangnya interaktif antara siswa dan guru.
Bagaimana solusinya, tentu saja adalah dengan variasi metode pembelajaran. Gunakanlah minimal dua atau tiga metode pengajaran. Variasi metode pembelajaran yang sering di gunakan adalah ceramah + FGD (Focus Group Discussion) + ice breaking.
• Metode ceramah sering dipakai untuk perkenalan dan penjelasan, diharapkan peserta didik untuk diam dan menyimak. Disini saya anggap paham, karna metode adalah metode paling umum untuk digunakan.
• Selanjutnya diselengi dengan sesi atau metode FGD (Focus Group Discussion) untuk menguji pemahaman dan interaksi antara peserta didik dengan pendidik. metode FGD bisa hanya tanya jawab antar guru dan siswa atau siswa dan siswa, bisa dibuat perkelompuk ataupun individu. Jika di FGD murid banyak belum paham, maka di sanalah tempatnya untuk menjawab apa yang peserta didik tidak tahu, baik dari pertanyaan langsung ataupun dari reaksi pertanyaan kawannya. Jika diskusi siswa dengan siswa, guru sebagai pengawas harus menambah dan meluruskan jawaban/ pertanyaan siswanya (tidak boleh menyalahkan, untuk menjaga emosional dan keberanian siswa dalam bertanya). Untuk simpelnya adalah metode diskusi.
• Selanjutnya adalah metode ice breaking atau game. Game yang dimainkan biasanya masih ada keterkaitan dengan materi yang sedang dipelajari untuk menambah pemahaman terhadap materi dan memberi pemahaman kepada siswa yang belum mengerti, atau game berupa bentuk penyemangat untuk siswa yang bosan, kantuk,tidak fokus lagi untuk mengembalikan fokusnya. ice breaking yang sering digunakan untuk mengembalikan semangat sangatlah banyak, diantaranya; berhitung mundur sambil senam/olahraga kecil-kecilan seperti lari ditempat, mengangkat tangan , kipas-kipas tangan, dan lain sebagainya.
2. LINGKUNGAN BELAJAR YANG TIDAK KONDUSIF / NYAMAN.
Lingkungan belajar juga faktor utama yang sangat mempengaruhi semangat belajar peserta didik. Dari sisi ini, ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan. Yaitu ; ruangan terasa panas, pencahayaan yang kurang baik, lingkungan sekitar kelas terlalu berisik, alat sekolah (kursi/meja/papan tulis) yang tidak memadai, sirkulasi udara tidak terlalu baik, hingga kurangnya kreatifitas dekorasi kelas.
solusinya ;
• Menata ruang kelas agar nyaman dan mendukung proses ajar mengajar. agar tidak monoton dan bosan maka lakukan hal itu secara berkala sambil menukar tempat duduk siswa agar memiliki interaksi dengan siswa lain, hal ini juga untuk memperbanyak kawan dan tidak hanya berkawan dengan yang itu saja.
• Libatkan siswa dalam mendekorasi kelas seperti menempel dan membuat karya seni.
• Pihak sekolah harus memperhatikan sirkulasi udara, tata cahaya, dan menjauhi dampak keberisikan di dekat kelas yang sedang dalam proses pembelajaran.
3.DURASI KELAS YANG TERLALU LAMA.
Durasi pelajaran yang terlalu lama tanpa jeda istrirahat yang cukup juga menjadi faktor kebosanan di dalam kelas. Ketika siswa duduk terlalu lama tanpa ada aktivitas yang bervariasi, maka energi dan konsentrasi pun ikut menurun sehingga rasa bosan pun muncul.
solusinya ;
• Mengatur durasi belajar dan istirahat yang cukup untuk mengembalikan semangat, dan juga termasuk langkah dalam mendisiplikan waktu dan memanajemennya.
• Berkolaborasi dengan orang tua supaya waktu bermain dan belajarnya dirumah juga seimbang.
• Menggunakan variasi metode pengajaran karna dengan metode yang tidak serupa maka kelas terasi lebih aktif, terlebih lagi metode FGD yang membuat aktif dalam berfikir dan metode ice breaking/game yang membuat aktif dalam bergerak menghilangkan pegal-pegal, mungkin.
4. KURANGNYA INTRAKSI, PARTISIPASI, DAN TANTANGAN.
Kelas yang hanya berisi satu arah komunikasi deri guru ke siswa tanpa adanya diskusi, tanya jawab, atau aktivitas kelompok sehingga siswa tidak aktif dan bosan. Interaksi yang sedikit membuat siswa sulit untuk tetap fokus dan aktif selama pembelajaran.
solusinya ;
• Memberikan kegiatan belajar yang lebih menantang sehingga rasa saing-menyangi / berlomba untuk menjadi yang terbaik terjadi didalam kelas itu terjadi. Hal ini memberikan keuntungan dobel untu guru selaku pendidik.
• Variasi metode mempelajaran, tidak hanya metode ceramah saja. seperti diskusi dan tanya jawab ataupun tugas kelompok.
• Beri apresiasi kepada siswa yang bisa menjawab dan hukuman yang mendidik yang tidak bisa menjawab seperti menghapal lagu wajib, membuat puisi atau pantun. bahkan juga bisa menyemangati siswa lain dengan meminta untuk memimpin ice breaking.
5. TIDAK TAHUNYA TUJUAN PEMBELAJARAN.
Bosan seringkali datang ketika guru membahas hal-hal yang menyimpang dari materi yang sedang dipelajari seperti bercerita masa lalunya, membahas hal lain yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran, dan membahas yang tidak penting dan berkesan konyol. sehingga siswa yamg datang kesekolah memiliki semangat dan tujuan akhirnya memudar dan menghilang tertinggal bersama masa lalu yang diceritakan oleh guru yang mungkin tidak ada motivasinya.
Kalau yang ini tidak ada solusi, selain dari kepala sekolah dan wali siswa itu.
• Kepala sekolah dan wali bisa memberi bimbingan dan pengarahan kepada guru tersebut berupa nasehat dan perintah.
• Siswa dapat melaporkan kepada kepala sekolah terlebih dahulu, jika tidak ada solusi silahkan laporkan ke orangtua atau walinya.
• Gurunya bisa mempelajari bagaimana metode pembelajaran yang benar dan juga jangan lupa ulangi materi sebelum memulai pelajaran di dalam kelas.
Motivasi dan semangat yang tinggi siswa tidak akan cukup, jika tidak dibarangi oleh lingkungan sekitarnya. terutama teman,guru, dan walinya. Bagi guru lakukanlah beberapa variasi metode pengajaran, agar tidak monoton. Lakukan juga semangat dan timbulkan rasa siswa saling berlomba lomba menjadi yang terbaik. Hal itu sangat menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam peroses pembelajaran tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar